Everlasting Moments, Balikpapan, East Borneo



W: Hallo!
X: Hallo juga! Gimana nih kabarnya, gimana Balikpapan?
W: Baik! Aku suka banget sama Balikpapan, banyak banget cerita disana.
X:  Coba aja ditulis di blogmu Wid, sekalian kamu sharing jugaa kan buat yang lain! Barangkali nanti ada orang yang mau singgah ke Balikpapan dan nanti bisa kamu sesekali juga liat di blog kamu, kalau kamu lagi kangen banget Balikpapan. Yaa kan?
W: (Berfikir dan liat ke atas langit (?)) Oh iya, boleh juga tuh!

Udah lama banget blog ini berdebu hehe. 

Farewell-in yang pakai baju putih di jajaran bawah :(
Masih terngiang, kesempatan buat ketemu mereka di Rumbai, setibanya di Balikpapan masih kerasa banget. Nadya, Bundo, Widi, Yuli, Desin, Mas Def, Reza, Mas Yuki, Mas Ucup, Fariz.
Postingan ini bukan masalah  Tugas Akhirnya. Tapi pengalaman bareng temen-temen yang hebat dan seru selama di Balikpapan! Too good to be true, jadi dimulai dari…
Pertama kali dateng ke Balikpapan. (Alhamdulillah)nya hujan, rezeki buat kita yang dibumi. Tapi sedihnya engga bisa liat secara jelas Kota Balikpapan. Sepanjang perjalanan seperti biasa, mencoba ngobrol dengan Bapak/ Mas taksi untuk tahu kota yang bersangkutan seperti apa. Percakapan seperti ini jadi informasi awal banget. Ada apa aja di Balikpapan, mallnya dimana aja  :), ada wisata apa aja, akses di kotanya ada apa aja, sampai cerita pengalaman. Suwun, Mas taksi. Nah, tiba di hotel yang udah disediakan perusahaan. Alhamdulillah malam itu istirahat nyenyak.

Hari Senin
Deg-deg an, karena semuanya dimulai hari ini.  Semua doa yang selama ini dipanjatin buat tugas akhir, dikasih rezekinya di Balikpapan.  Alhamdulillah, mungkin ada alasan kenapa Gusti kasih rezeki disini (?)
Tiba-tiba ketemu sama anak OJT lainnya. Sama-sama keliatan linglung gitu, waah bener ini anak OJT juga. Nah, barulah ketemu Fariz. Hari Senin ini, kami di briefing oleh pihak HRD, diberi pengenalan dan lingkungan perusahaan seperti apa. Setelah itu dilanjut safety briefing, langsung oleh HSE perusahaan (agak ga fokus, mungkin masih ngantuk(?)). Barulah setelah ini lanjut ke pengenalan Head Dept sama Mentor, diantar HR. Perkenalan dan ketemu dengan seluruh pegawai asset. Dimulailah perjalanan Tugas Akhir dari hari itu (?)  Dimulai juga pengalaman seru bareng temen-temen.

Farewell Gladys
Farewell-in Gladysh 
Pertama kalinya makan bareng lengkap, ketika farewell Gladys. Baru kali itu ketemu sama orang yang bener-bener energetic dan malam itu didedikasikan buat Gladys. Setelah makan di China Style (Nah ini buat temen-temen yang cari masakan China di Balikpapan, salah satunya disini bisa dicoba, letaknya di Balikpapan baru), kita lanjut ke café dekat pantai di Klandasan. Engga ada pesisir dipantainya, tapi cukup bagus buat temen-temen yang cari suasana romantis (?) dan tempat destinasi terakhi kami lanjut ke masakan cepat saji sampai berganti hari.  Hari yang sudah berganti itupun kami pamit dengan Gladis. 

Pantai Melawai (I)
Suasana senja di Pantai Melawai
Lokasi pantai ini kurang lebih bisa ditempuh waktu 10 menit dari Jl. Minyak. Cocok banget buat liat sunset. Waktu datang kesana, kami (Ocha, Ayip, Almer dan Fariz) langsung menyesuaikan posisi, cari view yang asik. Tepat waktu kedatangan kami, mataharinya belum kembali ke peraduan. Tapi sekitar jam 6 pm sudah mulai terlihat warna jingga yang bagus banget! Bener-bener subhanallah banget. Kurang lebih sampai jam 6.15 pm biasanya sudah mulai meredup. Jadi bagi yang mau datang ke Pantai ini, bisa datang kira-kira jam 5 an. Bisa sekalian makan disana. Dan uniknya, kita hanya boleh duduk di area yang udah ditentukan. Misal kita pengen makan pempek di sebelah timur dan tiba tiba liat view yang bagus di sebelah barat, nah kita gabisa gitu aja duduk di sebelah barat. Ga akan pernah nyesel datang kesini!

Beruang Madu
Akhirnya ada long weekend juga hahaha. Akhirnya terlaksana juga rencana tamasya (?) sejak awal. Fariz, Ayyip, Ocha, Arif, Devid, Almer, Gandhi kami satu rombongan memulai perjalanan sekitar pukul 7.30 dari daerah Prapatan dan menuju arah Jl besar Samarinda. Sayangnya waktu itu engga lengkap, Uli memutuskan buat ke Derawan (?). 
Perjalanan dimulai dengan obrolan yang ringan sampai serius hahaha. Asik! Ketawa-tawa seperti engga ada beban. Sekitar pukul 9, kami sampai di Beruang Madu. Sesampainya disana, dilanjutkan dengan briefing dan pengelola beruang Madu.
 
 Tiga beruang madu lagi makan
Foto lengkap satu team (Minus Uli)
Suasana loby
Ada juga lobby nya. Cocok buat yang mau istirahat atau beli oleh-oleh khusus beruang Madu. Selain itu, ada layar proyektor yang selalu diputar sebagai media penyampaian edukasi mengenai beruang bagi pengunjung yang datang.
Satu spot edukasi
Pihak pengelola beruang madu engga berhenti sampai situ aja. (Kayak cinta aja(?) Naah, mereka sampaikan edukasi lewat wahana yang udah disulap sedimikian rupa. Edukasi mengenai beruang madu itu sendiri, edukasi mengenai ekosistem yang ada di hutannya, lengkap sekali! Cocok banget buat bawa anak-anak kesini,
Kucing lagi mandi --.--
Selain beruang madu, ada juga tempat adopsi kucing (?) Jadi pihak pengelola ‘sengaja’ untuk mengumpulkan kucing yang berkeliaran dan merawatnya, baik juga ya! Bagi yang ingin mengadopsi kucing tersebut, silahkan bisa datang ke beruang madu.  Tapi untuk beruang madunya sendiri engga bisa diadopsi (-__________________-)
Foto bersama lagi
Dan perjalanan kami di beruang madu ditutup dengan foto bersama depan ikon beruang madu.

LEA

Tiga calon geologist berfose (?)
LEA ini adalah kebun binatang mini. Seperti kebun binatang lainnnya, ada hewan yang jinak sampai dengan buas berbahaya!

Canopy Bridge
Naah disini aku bakal cerita banyak hahahaha. Konon katanya Canopy Bridge, Bukit Bangkirai ini adalah ikon Balikpapan. Bener bener excited banget pas datang kesini!

Ticket masuk ke Canopy Bridge
Untuk masuk Bukit Bangkirai ini, dikenakan tiket 25 ribu. Tapi, ada charge lain bagi yang mau singgah di beberapa wahana. Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 2pm, disaat panasnya matahari terik, tapi adem!
Foto barengg 
Foto kami awal sebelum perjalanan yang akan ditempuk kurang lebih berapa kilo ya saya lupa 1km mungkin ya. Selama perjalanan kami disuguhkan udara yang bener-bener segar. Beberapa celah dedaunan masih memberikan jalan untuk sinar matahari. Suara kicauan burung dan tentu yang paling penting papan edukasi! Bagi yang mau kesini, sepertinya jangan bakal high heels dan sandal licin. Cukup berbahaya kalau pakai keduanya, tracking cukup jauh dan beberapa bukan jalur anak tangga, sebagian besar asri seperti hutan pada umumnya :).

Tangga ke surga (?) Salah satu surga dunia di Kalimantan
Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan, akhirnya sampai pada ikon Canopy Bridge. Akhirnya!!! Beberapa menit kami rehat dulu  dan melanjutkan untuk menaiki tangga menuju jembatannya.
Ternyata di Canopy Bridge tidak hanya satu jembatan saja, ada 3 jembatan, 2 jembatan melintang terpisahkan oleh satu pemberhentian dan jembatan terakhir, tegak lurus pada pertemuan jembatan melintang tadi (jalur untuk keluar). Bener-bener indah banget diatas jembatan sana. Kita bisa liat hutan yang terhamar luas seperti berjalan diatas langit hahaha (Gegara jembatan -__-)
Gandhi

Arif

Ayyip

Ocha

Almer


Devid


Fariz
Setelah semuanya puas, tertawa bahagia, HAHAHAHAHA, dan mengabadikan di beberapa lokasi. Kami melanjutkan perjalanan kami dengan menuruni tangga pulang (HUHU) karena banyak pengunjung yang sudah menunggu arena yang kurang lebih 1 jam kami tempati HAHAHAHA.
Bukit Bangkirai bener-bener indah banget! Tempat dimana bisa ngeliat dari atas hutan Kalimantan yang asri banget! Paru-paru dunia. Bukit dimana kamu bisa liat langit Kalimantan yang indah. Can’t be described. Lalu kami berinisiasi untuk melihat sunset. Perjalanan kepulangan menuju titik awal di Bukit Bangkiraipun kami tempuh, seperti biasa candaan, tawaan, HAHAHAHA menemani perjalanan kami. Ada 2 kalimat yang bagus banget ketika perjalanan. Entah maknanya apa.

Alam tidak akan menghinati hati yang mencintainya
Foto bareng lagi
Dalem banget! Perjalanan kurang lebih 15 menit kami tempuh sampai titik awal. Alhamdulillah akhirnya pernah ke sini! Dan beberapa menit kami istirahat, lalu tantjaaap gas lanjut untuk ke pantai. Sayangnya sekitar pukul 5pm kami ‘baru’ keluar dari Bangkirai, akan tetapi tetap diusakan untuk sampai pantai. Seperti biasa candaan tawaan sepanjang perjalanan HAHAHAHA. Oh iya, kami stop dulu sebentar untuk makan durian khas Kalimantan. Lae namanya. Rasanya kurang lebih sama seperti durian pada umumnya, tapi tidak terlalu menyegat. Warna buahnya kuning. Harganya lebih murah daripada durian. Slruppp! Eh salah, kami makan bersama –sama lae itu dan berbincang-bincang mengenai asal usul lae dengan Bapak penjualnya. Alhamdulillah akhirnya selesai dan kami melanjutkan perjalanan lagi. Wah sayangnya perjalanan ke pantai tidak bisa  dikejar lagi. Masih sangat jauh. Tetapi kerennya, ketika perjalanan kami, meskipun tidak sempat untuk melihat sunset di pantai, kami melihat langit yang bener-bener merona banget! Jingaa! Birunya juga ada, wah kayak lukisan. Subhanallah indah banget! Bikin orang yang liat pengen berhentiin waktu sebentar (mungkin ada(?)) hehe. Nah seperti biasana ishoma gaboleh ketinggalan, singgah dulu untuk ibadah, dan kerennya lagi! Hari itu, di malam itu ada gerhana bulan! Lengkap sudaaah! KEREN! Tapi, hari itu belum berakhir.

The Beach House
Oca dan kepingan CD

Ayyip dan papan billiard
 Momen yang kami jalani dihari itu masih berlanjut di Beach House Batakan, atas inisiasi Ayyip. Keren banget café ini! Gimana ya gambarinnya hahaha. Suasana café terbuka di pinggir pantai, dengan banyak dekorasi minimalis dan terlihat hangat. Berjejeran ada beberapa singgasana, ada yang terdiri dari 2 kursi sampai belasan. Bahkan seperti cottage juga ada. ROMANTIS banget tempatnya! Dan bener bener indah banget, bisa turun langsung ke pesisir pantai dengan desiran ombak dimalam hari (?) apasih haha. Selain menyuguhkan keeksotisan café yang didukung dengan desiran ombak, café ini juga dilengkapi ruangan seperti museum (?), tempat billiard, kumpulan kepingan CD jaman dahulu dan banyak lagi.

Foto bareng lagi

HAHAHAHAHA
 Hari itu benar-benar surrounded by the kindness and warmth banget. Ketawa-ketiwi dari pagi sampai malam, obrolan dari ringan sampai berat. Hahaha, cengan kesana kemari pasti semua kena! Bener-bener ngena banget hari itu! Mungkin kata gabisa ungkapin, dan fotopun hanya mewakili beberapa momen, tapi secara keseluruhan hari itu SUBHANALLAH BANGET!

Pantai Melawai (II) Osa
Akhirnya, datang juga Denok Surabaya ini! Eh istilahnya bukan Denok ya kalau Surabaya hahaha. Akhirnya datang juga Osa, langsung kasih Melawai buat Osa!
Senja pertama Osa
Presentasi Akhir Ayyip + Arif

Selamat bos!

Farewell Almer, Uli dan Gandhi

Mesjid Raya Balikpapan
Megahnya

Farewell Devid

Farewell-in Devid
Break


Presentasi Akhir




Di Hulu Mahakam bersaksi
Di Hilir Mahakam beraksi
Di Bhumi, Mahakam memberi energi
Beberapa jam sebelum presentasi akhir, seperti biasanya Yan kirim kata kata yang bener-bener dalem banget. Salah satu geologist terbaik yang dimiliki Indonesia.
Akhirnya selesai juga

Pantai Melawai (Lagi)

 Senja terakhir

 Balikpapan Reef
Foto bersama sebelum snorkeling
Alhamdulillah seminggu sebelum pulang dapet kesempatan untuk ke Balikpapan reef. Bersama Mba Deb, Pak Kelik, Pak Made, Bu Didit, Mba Mei, Mas Dani dan Lukman. Pertamakalinya lepas di lepas pantai. Diawali niat untuk ga snorkeling karena gabisa renang haha.
Pertama kalinya nyemplung HAHA
Akhirnya karena diyakinkah karena kesempatan kayak gini kesempatan yang bagus banget berhubung minggu depannya udah selesai, cebur akhirnya ikut juga. Padahal takut banget karena gabisa renang. Untuk ada pelampung yang bikin badang mengambang dan ada tali dari kapal yang dijadiin pegangan HAHAHAHA. Baru pertamakalinya lihat reef yang masih hidup. Salah satu penanda maximum flooding surface  -____________-

Farewell
Devid, yang jauh jauh dari Samarinda dateng ke farewell kali ini. Akhirnya tiba juga difarewell, biasanya farewell in yang lain (Sedih juga). Bener-bener berat, tapi sahabat pernah bilang. “Wid, gimanapun juga, kamu tetep harus hijrah, ini bagian perjalanan”. Oh iya ada rekomendasi Iga Bakar Giri, enak tuh bagi yang mau mampir cari iga bakar. Letaknya depan De’sushi. Setelah makan iga, dan ngobrol seperti moment farewell biasanya. Kami lanjut ke Café Ijo. Café yang kurang lebih sama waktu farewell Gladys. Tapi wah keren banget malam itu. Malam terakhir bisa liat bintang di Balikpapan yang bagus. Lokasi café ini ada di daerah ruko Klandasan. Kita bisa request lagu juga di café ini! Dua lagu akhirnya di request dan lagu wajib, Yellow, Coldplay mengiringi malem terakhir di BPN.

Sumber Foto: Kamera pribadi, Ayyip, Ocha, Fariz, Osa dan Mas Kelik

Terimakasih.... 

Kalimantan
(Beberapa pengalaman dari banyaaaaaak hehehe) Tugas Akhir di Total E&P Indonesie
Langit yang biru
Matahari yang hangat
Senja di sore hari
Kejora di malam hari dan
Jawaban doanya (?)
 
Temen-temen OJT di Balikpapan,
Fariz Kustama L, Osa Irda Insani, Rosa Fitris Sundewi, Nurisman Syarif, Arif K Syaher, Almer Handrazfil, Yulia Nugroho, Devid Surbakti, Manggala Gandhi, Azizah Haura, Gloria Gladish Sondakh
3 bulan bareng kalian, bener-bener salah satu fase terindah. Kalau boleh bisa melingkar bareng lagi, itu bener-bener hal yang ditunggu. Canda, ketawaan disaat semuanya lengkap. Kita harus ketemu ya! Sukses dimasing-masing studi dikampusnya. Kalian bener-bener personal yang unik dan masing-masing punya kelebihan!  Bahagia banget pernah dipertemukan sama kalian.
TEPI, 
Foto GSR satu asset
 Nuhun sanget buat Pak Untung, HR, Pak Lo yang sudah kasih kesempatan untuk tugas akhir disana. Mas Adit, mentor yang selalu direpotin disaat beliau lagi sibuk banget (Jadi keluarga yang diidam idaamkan Mas dengan Mbak Novinya hehe, aamiin). Pak Agung Wiweko dan Pak Irfan buat kaderan sedimentologynya. Mba Edieth, Pak Kelik, Mas Nicky, Pak Jesse, Pak Moez, Mas Aldyth, Mba Deb, team reservoir, team GSR SM, Pak Made, Pak Sholeh, Mba Beatrix, Pak Heru, Pak Nurman, Mba Sally, Mba Ucy, Mba Elok, Mba Lia, Mba Cita, Mba Deasy, Mas Faisal, Mas Didit, Mas Arief, Mas Ario, Mas Dwi, Mas Igan, Mas Adi, Mba Fadin, Mas Ega, Mba Elsa, Pak Kardi, Mas Tolen, Mba Edna, Mas Susanto, Mba Ita, Mas Bei, Mas Jabar dan Ka Grandika atas semua kebaikannya selama di Balikpapan.
Semoga semuanya sukses selalu! Terima kasih beribu terima kasih buat semua dukungannya, pembelajaran, motivasi dan  kenangan selama di Balikpapan.


Quelle chance j’ai d’avoir quelque chose qui rend si difficile de dire au revoir. Je voudrais dire un grand merci à chacun pour votre aide et votre assistance. Je suis sincérement désoléé pour toutes mes erreurs. Je suis reconnaissante pour ma presence ici! A bientot, à notre prochaine rencontre!
See u when I see u again!

Widi
OJT Total E&P Indonesie
Tugas Akhir S-1
March 9th – June 6th 2015


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAJAAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN

Apakah Sinus Tachycardia itu?